Jumat, 22 Juni 2012

PIRINGAN MALAM


Gagak Sandoro
Malam meretas, kelabu kabut merangkul
Sang pujangga rembulan untuk memuja
Melantunkan melodi ritmis
Di atas piringan malam dari tembikar
Duduk bersama
Mematut malam dengan mahligai rasa
Yang tersimpan dalam naluri

Naluri itu selalu muncul di atas
Piringan berwarna merah maroon
Bergambarkan hasrat yang penuh
Menggebu juga
Tangan kita tak sengaja memilin
Jemarimu yang terasa dingin
Mungkin aku bisa menghangatkanmu,
Pikirku.
Kepalamu menggeleng. Kemudian,
Kau pergi sesaat hujan turun merinai lagi. Aih ....


Batak Pos 16 Juni 2012

0 komentar:

Posting Komentar